Rabu, Agustus 12

akhinya.........

huaah........ setelah sekian lama gak ngeblog...... jd ke ingetan kalo dulu gw punya blog....hihihihi....

maklumlah, gara2 kesibukan kuliah......(bo'ong kuliah aja jarang2) . ni tulisan blog gw setelah sekian lama........................ banget gak gw otak atik.... sebenernya si gara2 game travian, gw ngellupain ini blog, yah mau gimana lagi, gw udah kecanduan berat ama game ini. game ini si bercerita tentang perang jaman dulu deh.... perang roma vs galia vs teuton...... kaya film asterix and obelix. kok, jadi promosiin game gw,hehehe...

sebenernya gw inget blog tercinta gw ini si gara2 temen facebook gw bilang dia baru update blog, makanya terus gw ke ingetan deh....... uda lama bgt kayaknya gw tinggalin ini blog..... ampe2 pagerank gw ditarik ama si mbah T_T sedihnya........ y itu gara2 gw sendiri si. para temen2 bloger paling2 udah pada ngelupain gw........hihihihi.

tulisan pertama gw ini setelah luama buanget gw g update blog... jd gw bingung mw nulis apa... mau nulis nyari duit gratis, duit dari atm gratis... udah bosen,hehehe..... jadi untuk hari ini gw nulis sekenanya aja ya..heheh...aduh........ bingung gw mau ngapain lagi... otak gw udah buntet gara2 gak pernah nulis blog... gw juga bingung nih lama2 ama ni blog, tema kedepan blog ini apa gitu.... gak tahu gw..... para pembaca ada yang ngasih saran gak buat ini blog? ntar gw usahain deh.. lagi super buntet ni otak..... mana liburan kuliah masih lama... dirumah gak ngapa2in..... jadi kangen ama kost2an tercinta di yogyakarta.... nasi telurnya jg...hehehehe..... 

kalo pembaca ada yang punya ide di apain ni blog, koment j ya, udah buntet gw...

da......

Read More >>

Jumat, Mei 1

the emperor of french


hhmmmmmm.......... setelah lama gak ngutak ngatik blog, akhirnya ngutak ngatik lagi.... ya gara2 kemaren gak adaa semangat ngeblog......... tapi sekarang sudah semangat lagi..... jadi kasihan ama blog nyari duit gratis ini, yang q campakan...hhehehe..... tapi kali ini postinganya gak nyambung ama tema blogku, tadi waktu berjalan2 nemu artikel yang keren banget. yah q copy aja.... soalnya masih lum tahu mau nulis apa.....

nih baca aja arikelnya.....



 dakwatuna.com - “Saya meramalkan bahwa tidak lama lagi akan dapat dipersatukan umat manusia yang berakal dan berpendidikan tinggi untuk menjunjung satu kesatuan kekuasaan yang berdasarkan prinsip–prinsip ajaran Islam, karena hanya al- Qur’anlah satu-satunya sumber kebenaran yang mampu memimpin manusia kepada kebahagiaan.” 


Sewajarnya ungkapan optimisme ini muncul dari para tokoh pergerakan Islam. Tapi yang satu ini ternyata bukan! Statement lugas ini diungkap bukan oleh para aktivis. Bukan pula para ulama, kyai dan cendekiawan. Mungkin kita bertanya-tanya, gerangan siapakah yang begitu berani melontarkan statement bermuatan sara seperti itu? Atau mungkin kita lebih tidak percaya lagi karena yang mengucapkan kata-kata tersebut adalah Napoleon Bonaparte!

“Agama-agama itu selalu didasarkan pada hal-hal yang ajaib, seperti halnya Trinitas yang sulit dipahami. Yesus memanggil dirinya sebagai anak Tuhan, padahal ia keturunan Daud. Saya lebih meyakini agama yang dibawa oleh Muhammad. Islam terhindar jauh dari kelucuan-kelucuan ritual seperti yang terdapat di dalam agama kita (Kristen); Bangsa Turki juga menyebut kita sebagai orang-orang penyembah berhala dan dewa.”

“Dengan penuh kepastian saya telah mengatakan kepada Anda semua pada kesempatan yang berbeda, dan saya harus memperjelas lagi kepada Anda di setiap ceramah, bahwa saya adalah seorang Muslim, dan saya memuliakan nabi Muhammad serta mencintai orang-orang Islam.” 

Tokoh istimewa ini begitu popular dalam sejarah sehingga namanya tercantum dalam urutan ke-34 dari ‘Seratus Tokoh Yang Paling Berpengaruh Di Dunia’ (Buku tulisan Micheal H. Hart yang meletakkan Rasulullah saw menduduki tempat teratas dalam urutan itu).

Napoleon Bonaparte, namanya tercatat di semua buku sejarah dunia. Setelah ratusan tahun lamanya Perancis dipimpin oleh raja-raja, Napoleon Bonaparte merupakan pemimipin Perancis pertama yang bergelar Kaisar (the emperor of French), ia memerintah pada tahun 1804-1814 dan 1815. Pada masa jayanya, Napoleon Bonaparte mungkin salah satu pemimpi paling besar sepanjang sejarah manusia. Melalui kharismanya yang disertai kerja keras dan ambisi gilanya, ia bertekad mewujudkan mimpinya menguasai seluruh Eropa. Mimpinya hampir saja terwujud, karena seluruh daratan Eropa nyaris dikuasai bahkan Asia Barat, termasuk Mesir dan Palestina. Napoleon memang cinta pada kekuasaan, yang ia ibaratkan, seperti seorang musisi mencintai biolanya. 

Modal intelejensi yang tinggi dia buktikan dengan kemahirannya mengatur strategi perang yang jitu. Dia juga memiliki pengetahuan politik yang mumpuni, hingga menjadi Kaisar tanpa begitu banyak pertumpahan darah di dalam negeri. Dan yang paling penting, kharismanya hingga sekarang masih menyedot perhatian rakyat Perancis.

Napoleon lahir dari keluarga petani anggur di Ajaccio (Aiacciu) atau disebut Ajax dalam bahasa Latin di Pulau Corsica yang terletak di bagian tenggara Perancis pada 15 Agustus 1769. Pulau Corsica berada di bawah jajahan Perancis yang merupakan pulau keempat terbesar setelah Pulau Sicily, Sardinia dan Cyprus di Laut Mediterranean.

Kopral Kecil (”Le petit caporal”) –demikian julukannya karena bertubuh pendek dibanding rata-rata orang Eropa– mengawali karir militer dengan menjadi perwira artileri. Ia kemudian berhasil memadamkan pemberontakan terhadap Konvensi Nasional di Paris pada tahun 1795. Dalam penaklukan Italia dari 1796 hingga 1797, Napoleon mengalahkan pasukan Austria yang saat itu menguasai sebagian Italia. Akan tetapi, upaya menaklukkan Mesir kandas setelah armadanya dilumpuhkan oleh armada Inggris di bawah Laksamana Nelson pada 1798. Walau begitu, di mata rakyat Prancis, Napoleon adalah pahlawan dan diharapkan mengembalikan kejayaan negaranya yang memudar akibat ketamakan Raja Louis XIV yang mempunyai semboyan: “L`Etat Cest Moi” atau “Negara adalah Saya”.

Setelah dukungan rakyat dan prajurit berada di genggaman tangan, Napoleon pun menggulingkan pemerintah Prancis pada 1799. Napoleon menjadi Konsul Pertama dan mengangkat dirinya sebagai kaisar. Sedangkan jasa yang terbesar bagi negaranya adalah kodifikasi hukum yang dikenal sebagai Code Napoleon–yang hingga kini masih menjadi dasar hukum Prancis.

Peperangan demi peperangan dimenangkan Napoleon dengan gemilang pada rentang 1800 hingga 1808. Dengan enteng pula Napoleon menentukan batas-batas negara yang tentunya menguntungkan pihak Prancis. Kegemilangan Napoleon memang tak terlepas dari sejumlah strategi jitu yang diterapkan. Menurut buku bertajuk Napoleon Expansionist, taktik perang Napoleon bertumpukan ajaran perang klasik gubahan Sun Tzu. Satu di antara taktik jitu Napoleon adalah membiarkan ratusan prajuritnya di garis terdepan mati di ujung meriam pasukan musuh. Sedangkan ribuan tentara Napoleon lainnya berlindung di tubuh pasukan yang mati tadi.

Sukses Napoleon di medan perang jelas mengangkat Prancis menjadi kekuatan utama di Eropa sekalipun penyerbuannya ke Rusia pada 1812 mengalami kegagalan. Namun, dua tahun kemudian, arus balik menghantam Napoleon. Ia beserta pasukannya mulai menderita kekalahan demi kekalahan. Napoleon akhirnya ditangkap dan diasingkan ke Pulau Elba, bagian barat Samudra Pasifik.

Akan tetapi, Napoleon dengan bantuan sejumlah pendukung setianya berhasil melarikan diri. Berita lolosnya Sang Kaisar, membuat ribuan prajurit Napoleon yang setia kembali menyiapkan senjata. Mereka pun menyambut gembira kedatangan Napoleon di Prancis. Tak lama kemudian, Napoleon kembali menabuh genderang perang dan maju ke medan laga melawan pasukan koalisi pimpinan Inggris dan Austria.

Di medan laga, pasukan Napoleon hampir memenangkan pertempuran. Sayang, tentara Napoleon kekurangan perbekalan makanan. Padahal, serdadu koalisi pimpinan Duke of Wellington, bangsawan Inggris, sudah putus asa menghadapi kegigihan tentara Napoleon. Dan, Napoleon kembali kalah! 

Sebagai hukuman, Napoleon dihilangkan hak menetapnya di Perancis. Dia dibuang ke Pulau Saint Helena yang terletak di bagian timur Afrika. Ribuan prajurit maupun rakyat Prancis pun bercucuran air mata ketika menyaksikan Napoleon dikapalkan untuk dibuang ke pulau tersebut.

Kaisar Perancis yang sempat menikmati masa-masa kejayaan dengan menguasai hampir seluruh daratan Eropa itu dikucilkan di pulau terpencil di Samudera Atlantik bagian selatan. Enam tahun kemudian, Bonaparte menghembuskan napas terakhirnya di usia 52 tahun.

Otopsi yang dilakukan saat itu menunjukkan bahwa kanker usus menjadi penyebab kematiannya. Namun, sejumlah racun arsen yang ditemukan pada tahun 1961 di rambutnya memicu kontroversi bahwa ia diracun. Alasan ini masuk akal sebab pengaruhnya di Eropa masih sangat besar sehingga dikhawatirkan akan memberontak jika ia lepas kembali seperti yang dilakukan sebelumnya saat dikucilkan pertama kali di Pulau Elba. Tapi, semua itu baru sebatas spekulasi.

Untuk menguak teka-teki tersebut, sejumlah peneliti dari Universitas Texas Barat Daya mempelajari catatan medis dokter yang memeriksanya saat itu, mengumpulkan laporan saksi mata dan sejarah kesehatan keluarganya, serta membandingkannya dengan teknik otopsi modern. Hasilnya menunjukkan, pendarahan usus mungkin faktor utama penyebab kematian secara mendadak itu.

“Meski ia lepas dari pulau tersebut, kondisi tubuhnya tidak akan mendukung. Kalaupun diobati sekarang, ia hanya tahan setahun,” kata peneliti utamanya Robert Genta yang melaporkan hasil penelitiannya dalam Nature Clinical Practice Gastroenterology and Hepatology edisi Januari. Ia mengatakan, dengan teknik pembedahan dan kemoterapi sekalipun, pasien dengan kanker usus seperti dia akan sulit diobati. Deskripsi asli otoposinya menggambarkan betapa buruknya penyakit kanker yang dideritanya, dengan dua luka total sepanjang 10 centimeter, dari sebuah luka di lambung serta sebuah luka di antara dinding lambung dan hati.

Dengan membandingkan variasi 50 foto tukak lambung dan 50 foto kanker usus, para peneliti yakin bahwa yang diderita Bonaparte termasuk kanker. Dari ukurannya saja, ujar Genta, bisa diperkirakan bahwa itu kanker. Tapi, kanker tersebut berawal dari tukak lambung yang terinfeksi. Makanan yang diasinkan tanpa buah segar dan sayuran, yang menjadi menu tentara pada umumnya, turut memperparah risiko kanker ususnya. Bisa dibayangkan bagaimana penderitaan Bonaparte saat kanker yang menyerang tubuhnya mulai menjalar ke organ lainnya sampai ajal menjemput.

Namun pertanyaan besarnya adalah benarkah Jenderal Besar Panglima Tentara Perancis yang digambarkan sebagai seorang yang kontroversial ini benar-benar memeluk Islam? Jika benar, apakah karena ada unsur muslihat dibalik semua itu agar ambisinya dapat terwujud? 

Keislaman Napoleon diangkat dan dipaparkan oleh David M. Pidcock dalam sebuah bukunya yang mengutip kembali berita sebuah surat kabar resmi Perancis, Le Moniteur, yang menyebut tentang keislaman Napoleon pada 2 Juli 1798. Terjadi hampir 23 tahun sebelum meninggal dunianya pada 1821. 

Kapankah tokoh ini memeluk Islam, kemudian apakah berganti nama menjadi Aly (Ali) Napoleon Bonaparte?

Peristiwa ini dipercaya terjadi ketika Napoleon berada di Mesir. Napoleon tertarik kepada Islam ketika diajak menghadiri acara Maulid Nabi saw yang dihadiri oleh ribuan umat Islam. Majelis itu menyadarkan Napoleon kepada kata-kata Voltaire yang mempercayai bahwa manusia memerlukan agama dalam hidup mereka. Manusia tidak boleh hidup tanpa agama atau tanpa mempercayai tuhan. Sejarah tak pernah mencatat apa sebenarnya agama formal Napoleon Bonaparte. Ia memang dilahirkan di tengah sebuah bangsa Kristen. Namun ia tak pernah terlihat pergi ke gereja atau melakukan ritual-ritual kristen.

Pengalaman di Mesir itu dikatakan telah memberikan sebuah perjalanan rohani bagi Napoleon. Tetapi apakah yang membuat ‘Sang Penakluk Eropa’ ini dapat menerima Islam? 

Napoleon berkata, “Rasulullah saw berhasil menuntun kehidupan kaum Arab yang jahil kepada jalan yang benar. Mengajar kepada mereka mengenai keesaan Allah. Allah yang satu. Tuhan yang tidak mempunyai bapa, tidak mempu,,nyai anak dan tidak mempunyai pendamping.”

“Sedangkan menyembah pelbagai jenis tuhan merupakan satu budaya yang sangat kabur tetapi tidak lebih satu aspek pemujaan kepada berhala yang merupakan hanyalah patung-patung yang kosong.” 

Napoleon juga sangat mengagumi kitab suci al-Quran setelah dia membandingkan isi kandungannya dengan Injil. “Saya menemukan kebenaran-kebenaran yang unggul di dalam al-Quran yang selama ini dikelirukan oleh kitab-kitab terdahulu yang manusia itu campur tangan di dalamnya melalui kata-kata mereka sendiri, bukannya kata-kata Tuhan.”

Malah yang lebih menarik adalah ucapan Napoleon ketika pertama kali menginjakkan kakinya di Palestina pada tahun 1799 sebelum bertempur dengan pasukan Utsmaniah. Sambil mengenakan serban di kepalanya, Napoleon mengaku tentang keislamannya dan berkata: “Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Pengasih. Saya Bonaparte, Panglima perang tentara Perancis. Kepada semua pemimpin di sini, para mufti dan penduduk Gaza, Ramla dan Jaffa, semoga Allah melindungi kita semua.”

Keislaman Napoleon dapat ditelusuri lebih lanjut dalam sebuah buku, ‘Napoleon and Islam’ atau Bonapart et Islam oleh C. Cherfils. (ISBN: 967-61-0898-7). Dalam buku itu, Napoleon dikutip sebagai pernah mengatakan: “Dalam waktu dekat ini, jika berpeluang, saya ingin menyatukan semua umat manusia melalui budaya yang baik (Islam) dan pemerintahan yang mengayomi rakyatnya melalui prinsip yang tertulis dalam al-Quran al Karim.”

Perihal perundang-undangan, Napoleon sendiri mengakui akan keunggulan perundang-undangan Islam atau syariah. Saat menduduki Mesir ketertarikan Napoleon dengan kodifikasi hukum Islam itu ditunjukkan dengan membawa idea itu ke Perancis. Dia membawa empat ahli hukum Islam dari Mesir untuk menyusun Code Penal dan Code Sivil Perancis, yang dikenal dengan istilah Code Napoleon itu. Code Napoleon itu kemudian mempengaruhi negeri Belanda, dan dari situlah lahir KUH Pidana dan KUH Perdata yang kita kenal sekarang ini sebagai kitab hukum warisan Belanda di negeri kita.

Dalam KUH Perdata — yang diadopsi dari Code Napoleon — ada transformasi dari syari’at Islam, yakni ketentuan di dalam Al-Qur’an yang menegaskan bahwa “Sesungguhnya Allah melarang kalian memakan harta saudara kalian dengan cara yang bathil, tetapi menghalalkan jual beli yang dilakukan ridho dengan ridho”. Inilah yang dinamakan prinsip “kausa yang halal” sebagai salah satu prinsip dalam hukum perikatan. Para pihak dalam membuat perjanjian harus dilandasi oleh iktikad baik dan prinsip perjanjian adalah terbuka, tergantung dari keinginan dan kesepakatan para pihak, namun asas-asas hukum termasuk rasa kepatutan harus tetap menjadi pertimbangan.

Transformasi lain dari syariat Islam ke dalam hukum civil Napoleon ialah tentang keharusan adanya saksi dalam perjanjian. Juga ada transformasi tentang konsep “washil” yang di Eropa diadopsi dan disebut dengan istilah “wesel”, yakni seperangkat aturan tentang penitipan sesuatu untuk diantarkan kepada orang lain, seperti jasa pos dan kurier di zaman sekarang. Transformasi yang paling banyak dari syariat Islam ke dalam hukum Eropa dan hukum internasional publik, ialah dalam Hukum Perang dan Damai. 

Dalam Hukum Romawi, perang adalah bumi hangus dan semua halal belaka. Hukum Islamlah yang mengajari orang Eropa bahwa perang harus tunduk kepada hukum, tidak boleh asal bunuh dan asal bumi hangus.Yang boleh dibunuh hanyalah tentara dan orang sipil yang aktif membantu tentara. Orang sipil, wanita dan anak-anak harus dilindungi. Rumah ibadat agama apapun serta fasilitas umum tidak boleh dihancurkan. Juga ada aturan-aturan tentang status tawanan perang, pertukaran tawanan, dan pembebasan tawanan. Perang tidak boleh dilakukan diam-diam. Perang harus diumumkan secara terbuka. Negara yang melakukan agresi harus dihukum secara kolektif oleh negara-negara lain. 

Prinsip seperti ini ada di dalam al-Quran dan mempengaruhi — atau dengan kata lain — mengalami transformasi dalam penyusunan berbagai konvensi hukum perang modern.

Banyak orang tidak mengetahui transformasi berbagai “keluarga hukum” ke dalam sistem hukum di suatu negara, kecuali mereka yang mempelajari sejarah hukum. Sikap apriori terhadap sesuatu — dalam arti mudah menolak dan mudah menerima sesuatu — tanpa studi yang mendalam, bukanlah sikap akademis dalam mencari kebenaran ilmiah. Demikian menurut Prof. DR. Yusril Ihza Mahendra.

Lalu Napoleon pun menggunakan undang-undang itu saat memerintah Perancis dan dipercaya hingga sekarang pengaruh dan elemen undang-undang syariah masih terus digunakan di negara itu. Contoh yang paling kentara adalah ketika terjadi kecelakaan tragis di jalan raya yang merenggut nyawa Puteri Diana dan teman lelakinya, Dodi Al Fayed pada 1997.

Pemerintah Prancis merujuk KUH yang lama saat menjatuhkan hukuman kepada juru foto yang sempat mengabadikan detik-detik terjadinya kecelakaan itu. Mereka dijerat hukuman dengan tuduhan tidak membantu korban dan lebih mengutamakan untuk mengambil gambar pada kecelakaan tersebut. Bentuk undang-undang dan hukuman ini nyata-nyata diambil dari kitab fikih Al-Muwaththo’ Imam Malik.

Walau bagaimanapun pro kontra seputar pelbagai pendapat mengenai status agama dan pengislaman Napoleon harus diungkap. Menurut Zuraini Nordin dosen di Universitas Islam Antarabangsa Malaysia (UIAM), mengatakan, “Sebenarnya kaisar Perancis itu seorang yang berpegang kepada ajaran Deisme yaitu tidak percaya kepada ajaran-ajaran Kristen seperti Original Sins (Dosa Warisan), mukjizat dan sebagainya. Dia mengkritik ajaran Kristen itu sebagai hanya mementingkan aspek spiritual individu dibanding dengan Islam yang dia sendiri pahami sebagai agama yang rasional dan mementingkan ilmu dan sains.” 

Maka tidak berlebihan kalau kemudian Napoleon sangat menggandrungi agama Islam, menghormati orang Islam dan mengagumi kepribadian Nabi Muhammad itu sendiri. Hal ini dikarenakan dia percaya Rasulullah bukan saja seorang pemimpin agung tetapi juga seorang panglima yang ulung, dia (Nabi) sangat sesuai dengan semangat dan jiwanya sebagai seorang kaisar dan panglima perang Perancis yang punya cita-cita tinggi,” kata Zuraini menjelaskan

Masih kata Zuraini, Napoleon adalah seorang yang gemar mengkaji tentang Islam, al-Quran dan hadits Nabi dan dia membina hubungan baik dengan para mufti dan ulama-ulama Al-Azhar selama ekspedisinya di Mesir. Napoleon mengakui Islam sebagai satu sistem kepercayaan yang unggul dan dia banyak mengadaptasikan undang-undang syariah ke dalam kode sipilnya yang dikenal sebagai Code Napoleon.

Dengan kode atau undang-undang itu Napoleon merasa telah dapat memberi manfaat kepada pemerintahannya dan rakyat Perancis. Sebagai seorang raja, tidak disangsikan Napoleon juga seorang yang memiliki jiwa kerakyatan dan selama pemerintahannya banyak reformasi dilakukan untuk kepentingan rakyat.

Namun ternyata masih ada juga pihak-pihak yang menyangsikan dan memperdebatkan perihal keislaman Napoleon itu. Walaupun sebenarnya sudah banyak literatur dan sumber-sumber informasi yang memaparkan keislaman kaisar Perancis tersebut, namun diyakini bahwa tokoh ini hanya menaruh minat terhadap Islam saja.

Malah Napoleon menggunakannya demi kepentingan diri dalam meluaskan kekuasaannya. Dia pernah mengatakan di hadapan para ulama dan rakyat Mesir: “Bahwa saya datang untuk mengembalikan hak-hak Anda, yang telah dirampas oleh para penjajah; bahwa saya memuja Tuhan lebih daripada kaum Mamluk dan juga bahwa saya menghormati Nabi Muhammad dan kitab suci Al-QurĂ¢an. Beritahu para penjajah bahwa semua manusia itu sama di hadapan Tuhan; bahwa kecerdasan, kebajikan dan sainlah yang membedakan mereka semua.”

Dengan pernyataan itu Napoleon ingin meyakinkan kaum Muslimin Mesir, bahwa dirinya bukan tentara salib. Dia berusaha merangkul para ulama dalam lingkup kekuasaan pemerintah, tetapi para ulama yang tidak biasa dengan kekuasaan sekuler, tidak terkesan dan memilih bertahan pada habitatnya sebagai pemuka-pemuka tradisional yang religius dalam budaya agraris. Walhasil hingga saat akhir, upaya Napoleon untuk mendapatkan legitimasi kekuasaannya dengan dukungan kaum ulama tidak berhasil. Pada tahun 1801 Inggris berhasil mengusir Perancis dari bumi Mesir, dan menyerahkan kembali Mesir kepada Kekhalifahan Utsmaniyah.

Tuduhan bahwa Napoleon melakukannya hanya sebagai komoditas politik demi kepentingan diri dalam meluaskan kekuasaannya ini bukanlah isu ‘aneh’ karena keislaman seseorang di Eropa sering kali tidak disukai oleh berbagai pihak yang memiliki modus kepentingan yang berbeda-beda. Perdebatan di seputar ini sebenarnya membuka lembaran bagi terjadinya kajian yang lebih mendalam untuk menentukan status agama Napoleon.

Bagi Barat sendiri, mungkin terlalu sulit buat mereka menerima dan mengakui hakikat ada tokoh sehebat Napoleon yang menerima kebenaran Islam. Pengaruhnya sedikit banyak akan merubah tatanan sejarah Eropa. Kalaupun itu tidak terjadi, paling tidak akan memberikan ‘efek kejut’ atas berbagai sikap negatif yang selama ini menjadi stereotype Barat terhadap Islam. Dari berbagai sumber
Read More >>

Senin, April 27

cara baru dan mendapatkan pagerank


Berikut ini merupakan sebuah cara untuk mempercepat blog anda mendapatkan pagerank. Mau tau gimana caranya. Hal ini tak lebih merupakan suatu cara untuk saling berbagi link antar blogger. Sistemnya adalah dengan menyebarkan link teman sekaligus link anda akan tersebar lebih luas. Jadi link akan berlipat ganda seiring anda mempromosikan link anda. Caranya adalah dengan sistem berbagi.



Sahabat blogger Indonesia :
- www.google.com search engine
- idonbiu : indonesia article directory
- mangjaya: personal blog
- baliblogier : blogging dan computer
- www.donkelor.blogspot.com : all about health article
- Facebook Tutorial : tutorial facebook lengkap
- nyari duit gratis 
- Link and disini

Copy paste artikel ini dari awal sampai akhir dan jangan lupa tambahkan link blog anda di akhir deretan link tersebut. Dan promosikan artikel anda ke blogger lain. Ini akan membatu menambah banyaknya link yang masuk.
Semoga dengan cara berbagi seperti ini kita semua bisa berbagi link dan saling mendukung sesama blogger Indonesia.
Lanjutkan posting ini…
Salam Blogger Indonesia…
Nb : Jika suah posting kasi tau saya lewat komentar,biar saya masukkan juga link anda di artikel ini.
Read More >>

Sabtu, April 25

ada award lagi ni.......





aduh aduh aduh... nasib nasib......  bingung ni blog nyari duit gratis dapat 2 award sekaligus.... bingung mau ngasih kesiapa....  padahal aku lagi males2nya nulis postingan.... eh malahan dapat award, ya udah deh, nulis postingan aja walaupun sambil gak semangat kaya gini.... (dalam hati bete berat)

ya ini lah salah satu fungsi award, selain bisa menjalin tali silaturahmi juga bisa memaksa saya untuk menulis postingan.... Hmmmffhh...... males males males..... mungkin penyakit males ini gara2 kebanyakan maen travian, makanya pengenya melototin travian aja tiap hari, btw ada yang maen travian juga gak ni? tahu nih, mau nulis pa lagi biar postingan ini bisa panjang..... bentar mikir duu...(2 jam kemudian) hheheh.... lum tahu juga pa yang mau ku tulis biar panjang  ( 10 jam kemudian) hhahah.... aku tinggal tidur malem dong ya.... (berjam2 ditinggal maen travian) hmfmmmhhh.... akhirnya tetep gak dapet ide.... ya udalah lah.... award ini kubagikan pada para pengunjung blog nyari duit gratis ini.... dan wajib untuk melanjutkanya.......



award pertama ini saya dapatkan dari sobat (bentar, aku cari dulu) hpk-uin  .....



Photobucket





dan yang ini dari sobat (bentar lagi nyari) dari sobat azzalea.........










 



dan ini dilanjutkan pada seluruh pengunjung blog nyari duit gratis... 
hhehehe......
Read More >>

Jumat, April 17

sejarah perkembangan wireless






yoyoi. ketemu lagi di nyari duit gratis...hhehe.. akhirnya bisa posting, kmarin kmrin internetnya indosatm2 tak bisa diharapkan, conect interntnya susah bgt, walaupun udah conect tapi gak bisa apa apa, sama aja gak ada internetnya, eh kok jadi malah curhat ya...hhehehe.. gak papalah curhat colongan...kali ini postinganya berjudul sejarah perkembangan wireless. sebenarnya aku juga gak tahu sejarah perkembanganya, ya karena abis baca buku jadi ya.... tahu..hhehee... padahal aku bukan anak informatika... hhahaha.. aku anak mesin yang biasanya belepotan ama oli, trus bawa palu...hhahaha...... tapi karena suka aja, jadi ya aku baca aja...



   biasanya orang mengetahui wireless itu dengan kata Wi-Fi atau IEEE atau dengan 802.11, yang biasanya tertera pada produk yang mengandung wireless. atau Wi-Fi itu singaktan dari wireless, hayo ngaku aja yang begitu.. hhahaha. tapi aku awalnya juga begitu si...hhehehe.... Wi-Fi dan IEEE itu sangat berbeda, Wi-Fi bukanlah nama jaringan wireless atau semacamnya Wi-Fi itu adalh sebuah nama organisasi non profit yang mendedikasikan kerja kerasnya pada bidang komputer dan technologi, IEEE (Institute of Electrical and Electronic Engineers) dan Wi-fi mencoba membantu dalam bidang teknologi yang banyak sekali sperti penerbangan, komputer dan lain lain. IEEE dikalim telah mempunyai 370.000 anggota dari 160negara, kira kira indonesia ada yang jadi anggotanya gak ya? hhaha.... pada tahun 1980 bulan ke 2, febuari febuari kalo pada yang gak tahu bulan kedua..hhehe..., IEEE membuat sebuah bagian atau sekelompok orang yang mengurusi LAN (local area network) pasti udah pada tahukan dan MAN (netropolitan area network) kalo yang ini saya sendiri gak tahu, hhehehe... bagian / sekelompok orang ini dinamakan 802, nah jadi 802 itu bukan seri produk atau nomor barang, melainkan nama bagian dari IEEE 80 dari berdrinya 1980 dan 2 dari bulan kedua bulan terbentuknya kelompok kerja ini. .


pernah mendengar ethernet, wireless atau token ring? hah???? gak tahu??? yang penting pernah denger lah.hhehehe.... ini adalah contoh dari hasil kerja kelompok 802. karena semakin banyak dan luasnya bidang yang ditangani oleh 802 maka kelompok kerja ini dibagi menjadi yang lebih spesifik lagi.



  • 802.1 ----> Higher LAN protocols Working Groups
  • 802.3 ---->Ethernet Working Group
  • 802.11 ---->Wireless LAN Working Group
  • 802.15----> Wireless Personal Area Network (WPAN) Working Group
  • 802.16 ----> Broadband Wireless Access Working Group
  • 802.17----->Resilient Packet Ring Working Group
  • 802.18----->Radio Regulator TAG
  • 802.19----->Coexistence TAG
  • 802.20---->Mobile Broadband Wireless Access (MBWA) Working Group
  • 802.21---->Media Independnet Handoff Working Group
  • 802.22----> Wireless Regional Area Networks









nah perhatikan urutan urutan angaknya ada yang hilang kan, nomor2 bagian kerja yang hilang tersebut hilang dikarenakan kelompok kerja tersebut sudah ketinggalan jaman dan bergabung di kelompok kerja yang sudah ada. nah 802.11 lah yang dibahas pada posingan ini. yayilah...kan posingan ini bahasnya masalah wireless.....hhehe..802.11 masih dibagi menjadi banyak bagian 802.11a , 802.11b dan seterusnya..


oke sekarang giliran Wi-Fi yang kita bahas, IEEE membuat standarisasi untuk jaringan wireless, tapi karena dirasa kurang lengkap maka di bentuklah asosiasi oleh Cisco (organisasi yang bergerak di bidang standarisasi dunia) yang dinamakan Wi-Fi (wireless fidelity) . Organisasi Wi-Fi memastikan semua peraltan yang mendapatkan label Wi-Fi bisa bekerjasama dengan baik agar konsumen mudah untuk menggunakan produknya.... anggota Wi-Fi ??? oke saya sebutkan beberapa...Cisco, Microsoft, , Dell, Aplee, AT&T ( modem yang saya pake...hhahaha...) dan masih banak lagi.. jika anda menjumpai produk yang teradapat label Wi-Fi pasti anggota dari Wi-Fi , pasti semua LAPTOP itu juga anggota dari WI-Fi. sebetulnya masih banyak lagi... tapi dilanjutin kapan kapan ya, tangan saya capek ngetiknya... posting + facebook + YM + sms... huehehehe... capek gak tuh.. dan karena saya mau pergi jumaatan dulu...hhehe...

Read More >>

Senin, April 13

waspada KBps dengan Kbps





   

hui ketemu lagi.hhehe... ya masih disini lah. di nyari duit gratis hehe.. membahas apapun yang gratis apalagi duit..hhehe... ya walapun kadang kadang juga gak gratis si.... hhehehe. kali ini aku lagi ngomongin tentang beda KBps dab Kbps. ya betul sekali, pasti anda sekalian sering melihat mendengar dan mengetahui lah. eh... artikel ini hanya untuk orang awam, yang sudah master IT tolong tambahin kurangnya ya...hheheh... aku sendiri baru mengetahui perbedaan KBps dengan Kbps dari buku yang saya baca yang berjudul "Wireless Kung FU" isi dari buku tersebut ya macam macam lah mulai dari sejarah sampai perkembangan wireless, ingat WiFi itu bukan singkatan wireless dan browsing di mbah google. ngomong ngomong anda tahu dimana itu KBps atau Kbps gak? ya bagi para pengguna internet seperti saya pasti tahu lah, biasanya tulisan KBps atau Kbps yang menyatakan keterangan kecepatan download atau upload, pokoknya kecepatan koneksi internet lah. hhehehe... singkatan dai KBps sendiri adalah "kilo byte per second" dan untuk Kbps adalah "kilo bit per second" jadi yang membedakannya hanya pada "byte" dan "bit". perbedaan "byte" dengan "bit" tentu saja sangat berbeda. saya ambil contoh dari telkom speedy karena di buku yang saya baca tadi contohnya juga telkom speedy, hhehehe.... copas lah........ hhahaha.. begini di brosur telkom speedy tertulis mampu mendownload dengan kecepatan 384 Kbps "bukan KBps" dan ternyata hanya mampu mendownload dengan kecepata 30 KBps "bukan Kbps" pasti anda merasa tertipu dengan itu bukan anda juga merasa sangat kesal dengan janji dari telkm speedy. jangan marah dulu.... masalh ini terjadi karena penggunaan KBps dengan Kbps ini terjadi karena perbedaan kata Byte ="KBps" dan bit = "Kbps, karena bagi pengguna awam seperti saya byte dan bit tidak ada bedanya, kecepatan suatu jaringan biasanya dinyatakan dengan "bit"  1 kilobit = 1000bit, jadi 384Kbps = 384000 bit/second masalah ini terjadi karena progam penunjuk kecepatan download pada komputer memakai satuan KBps, dan kecepatan jaringan di indonesia yang sering di iklankan memakai satuan Kbps. "1 byte" = "8 bit" jadi "1 KBps"="8000 bit atau 8 Kbps" jadi jika kecepatan jaringan di indonesia itu 384 Kbps (telkom speedy) berati sama dengan 384/8 atau 48 KBps, jika anda mendownload dengan kecepatan 30 KBps tentu sudah sangat wajar dong. jadi yang salah pihak telkom speedy yang memanfaatkan ketidak tahuan kita sebagai pelanggan atau kita yang tidak tahu? ya jawabanya ada di masing masing lah, ini juga berlaku untuk provider jaringan internet lain. 



Read More >>

Minggu, April 12

Accounts Payable Automation

Accounts Payable Departments are a critical component to the long-term success of companies in our new “new economy.” With overhead costs being analyzed for every possible savings, Accounts Payable, or AP, is one of the first places that companies can look. Many times, the process is submerged in inefficiencies, and the application of some simple technologies and proven best practices can deliver tremendous results.

Typical AP Processes feature a staff of trained professionals who manage the company’s expenses and invoice processing. Often, this is accomplished using accounting software, such as Quickbooks, SAP, Oracle Financials, Microsoft Dynamics, or any of the hundreds of software packages designed to help manage a company’s finances. These software packages, typically referred to as ERP Systems, provide a great level of detail and fantastic functionality to help companies manage the data associated with their transactions, whether they be payables, or receivables.

The real challenge, however, is entering data from paper or PDF-based invoices and managing the three-way match and approval process associated with the AP Lifecycle. Many companies rely on significant human resources to provide manual data entry of invoice data into the ERP System, and this can often result in significant expense for the business. In addition, Manual Data Entry is often followed or preceded by a detailed approval cycle, where physical paper invoices are passed throughout an organization for review and approval.

These manual steps for AP Processing will often result in overpayments, duplicate payments, and sometimes missed payments, which result in penalty charges imposed by vendors for not meeting the agreed upon terms. In addition, Invoices are often lost or misplaced while being routed through the approval cycle, and hours of time are spent by staff reviewing and approving invoices from paper.

With the addition of some additional technologies and proven best practices, however, organizations can begin to quickly drive down the cost of Accounts Payable. In fact, most companies who invest in an Automated Accounts Payable Solution realize a return on their investment within the first three to six months of use.

Automated Accounts Payable Solutions enable organizations to eliminate the need for manual data entry of information from invoices. Instead, they rely on advanced OCR, or Optical Character Recognition, technologies to accurately identify the key data elements from invoice documents and deliver this information to an ERP System. This eliminates incorrect keying of information, and these systems can even be configured to automatically apply GL Coding for Invoices based on some predefined rules.

In addition to the elimination of Manual Data Entry and reduction of errors, an Automated Accounts Payable Solution provides companies with the tools to electronically route invoices through the approval cycle.

This means that instead of receiving a stack of invoices to approve, manager and staff will receive an email notification and use their browser to click to approve or reject the invoices that they need to review. This eliminates lost or misfiled invoices, and also helps to ensure timely response from all participants in the approval lifecycle.

It is critical for senior management to understand that Accounts Payable Automation is not a replacement for an existing ERP or Accounting Software System, but rather a key tool to help enhance the value and reduce the costs of the Accounts Payable Process. AP Automation Solutions also provide the flexibility to work with multiple ERP or Accounting Systems, so they will continue to pay dividends if and when the organization chooses to switch from one software package to another.

In addition to the costs savings derived from an Automated Accounts Payable System during the Invoice Lifecycle, there is another inherent benefit to leveraging this type of system – Compliance. When an organization experiences an audit, these systems will provide a clear trail of approvals, including date and time stamps, to indicate who approved or rejected certain invoices. In addition, copies of these invoices can be retrieved with a few mouse clicks, as opposed to manually poring over stacks of physical files.

Whether your company is faced with challenging economic conditions or not, further exploration of AP Automation may be a key factor in the overall health and profitability of your operation. If you’re not sure where to begin, many companies who offer these solutions can work with you to provide a detailed Return on Investment (ROI) analysis to target specific costs savings and metrics that can help improve the health of your business.

by: Michael Thomas
Read More >>